Rena sebenarnya masih sangat malas keluar kamar. Ia masih ingin menyendiri. Tadi saja saat keluarganya berpamitan, Rena sama sekali tak keluar. Mereka hanya berpamitan dari luar kamar, diiyakan oleh Rena dari dalam kamar. Tentu Rena tahu itu tak sopan. Terlebih pada keluarganya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi. Ia benar - benar sangat kesal, hingga rasanya ingin menelan bantal. Rena benar - benar kesal ketika mendengar suara ketukan pintu. Rena awalnya tidak merespon. Tapi setelah sang asisten melakukan spill atas apa yang terjadi .... "Non ... itu lho. Ada Mas Wira dan teman - temannya datang. Nyariin Non." Rena mendenlik seketika. Wira ... dia ... datang? Dengan mendengar kata Wira saja, sudah cukup untuk membuat seluruh tubuh Rena merinding saking terkesimanya. Wira ... dia ternya

