Arras hanya diam di sepanjang perjalanan. Sebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah, ia takut keceplosan jika bicara. Karena ternyata Wira belum pernah ke rumah Rena sama sekali. Ia masih menerka - nerka di mana pasnya letak rumah Rena. Sementara Arras di sana sudah tahu persis di mana letak rumah Rena. Kan tidak lucu jika Arras tiba - tiba menyeletuk, menjelaskan di mana letak rumah Rena secara terperinci. Bisa - bisa kejadian semalam terbongkar. "Gimana sih, Wir. Rumah pacar sendiri nggak tahu. Dari tadi muter - muter terus masuk darj gang satu ke gang lain. Astaga ...." Seperti biasa, Rama memang berada di barisan terdepan dalam hal menyinyiri kesalahan orang lain. Dan seperti biasa pula, Syailendra adalah hamba sejati seorang Rama. "Iya, Wir. Sebenarnya kamu tahu apa nggak di mana l

