Mereka menuju ke salah satu coffee shop di dalam mall itu. Coffee shop yang memang sudah menjadi langganan bagi Arras dan teman - temannya untuk berkumpul, sekadar untuk menghabiskan waktu bersama, atau pun mengerjakan tugas kuliah seperti sekarang ini. Romza begitu terkesima. Bukan karena penataan interior coffee shop yang begitu apik dan autentik. Tentang arsitektur, ia tentu tak heran. Karena bahkan rumahnya sendiri memiliki gaya arsitektur yang mewah. Ia lebih terkesima dengan banyaknya anak muda yang ada di dalam coffee shop ini. Ada yang bersama teman - teman, ada yang bersama pasangan, ada juga keluarga - keluarga muda bersama anak - anaknya. Mereka terlihat bahagia, menikmati waktu yang ada, juga mengabadikan momen bersama. Hal - hal seperti ini, dulu hanya ada dalam angannya.

