Arras sebenarnya ragu. Namun karena ia dikuasai emosi, ia pun memilih untuk nekat. Ia memutar knop pintu, dan langsung membukanya. Tak peduli bagaimana reaksi sang ayah nanti. Yang pasti laki - laki itu akan sangat marah. Anehnya, memang itu lah yang diharapkan oleh Arras. Karena jujur ... Arras sama sekali tak pernah dimarahi oleh sang ayah seumur hidupnya. Berbeda sekali dengan Romza yang cukup sering kena marah sang ayah. Arras tidak tahu apa yang dilakukan oleh Jaya Sukardi. Tapi laki - laki itu sedang dudu bersila, terdiam, di depan nampan berisi sesuatu yang Arras duga sebagai sesaji. Jaya Sukardi pun langsung menoleh. Dari raut wajahnya, ia menyimpan emosi tertahan yang begitu besar. Tapi ini sungguh mengecewakan. Pasti karena sudah melihat ... bahwa yang datang adalah Arras, J

