Anda harus Memikirkan Masa Depan Anda

1004 Words
Sesaat setelah Jojo meledak, Rahul semakin menghentakkan tubuhnya hingga dia semakin dekat dengan apa yang ingin dia capai. Jojo merasakan denyut batangnya Rahul menyentak kuat dengan kepala batangnya membengkak hingga terasa penuh di liang surganya Jojo, Disusul dengan aliran deras dari Rahul yang mengalir di dalam dirinya. Keduanya merasakan pelepasan dengan waktu yang hampir bersamaan. Tubuh Jojo mengejang setelah merasakan pelepasan yang luar biasa. Jari-jari tangannya menancap di punggung berwarna hitam lelaki yang jauh dari tampan itu. Setiap kali Rahul mengejang di dalam tubuh Jojo, Jojo merespons dengan getarannya yang tak terkendali. Dari liangnya hingga ujung jarinya, dia merasakannya, dia merasakan pelepasan yang dilakukan Rahul itu. Seolah-olah air cintanya Rahul itu, menciptakan riak yang tumbuh menjadi gelombang, yang semakin kuat saat Jojo berusaha melepaskan diri dari kungkungan tubuh Rahul. Akhirnya kejantanan lelaki tua berumur 52 tahun itu berhenti berdenyut dan Jojo mulai bisa rileks. Jojo merasa itu luar biasa dan dia tidak percaya, kalau ini jauh lebih baik dari yang dia duga. Saat Jojo melihat ke bawah dan melihat s**u putih masih keluar dari tubuhnya, sebagian dirinya jadi panik. Jojo takut kalau dia akan hamil anaknya Rahul. Dia memang tidak berdaya setiap kali Rahul menghendakinya, tetapi tentu saja dia tidak mau mendapatkan anak dari Rahul. Jojo langsung menuju ke arah kamar mandi. Saat ini dia mulai menangis. Dia merasa bersalah kepada keluarganya, kepada Evan, kepada anak-anaknya, dan kepada Tuhan. Dia menelan salivanya. "Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku jadi seperti ini?" ** Setelah melakukan hubungan intim pertamanya, Vallen masih sempat kembali mengajar Karly sesuai dengan kewajibannya di rumah ini. Vallen sempat melihat cuaca mendung di luar sana, karena itu dia sengaja berlama-lama mengajari Karly. Vallen bahkan masih terus mengajari Karly padahal jam pelajaran untuk kali Karly sudah usai sejak tadi. Tepat saat hujan mulai turun, barulah dia meminta Karly untuk bilang kepada Evan kalau dia harus pamitan. Mendengar Valen akan pulang dan mendengar suara gemuruh angin kencang dan hujan di luar rumah, maka Evan segera berkata kepada Vallen, "biarkan aku mengantarmu pulang." Valen puru-pura berpikir sebentar. Setelah itu dia mengangguk. "Baiklah. Tapi nampaknya tidak baik Kalau Karly ikut karena cuacanya sangat buruk. Lebih baik Karly di rumah aja. Kan ada mbak-mbak kan yang jaga dia. Kalau memang ibunya nggak ada untuk menjaga dia." Vallen sengaja menyinggung tentang ketidakberadaan Jojo di rumah ini untuk menjaga Carly. Kata-kata Jojo kemarin saat curhat dengan temannya Jojo yang sempat didengar oleh Vallen, membuat Valen mulai membenci Jojo. Karena dia menyalahkan Jojo, cuma karena masalah kecil tapi begitu teganya selingkuh dari suaminya. "Iya. Karly di rumah aja. Lagi pula ada kakaknya di sini yang akan bantu menjaganya selain pengasuhnya." Vallen mengangguk. Kemudian dia langsung pamitan dari Karly,. Valen dan Evan, untuk berjalan keluar dari rumahnya Evan. Hujan deras turun membasahi bumi. "Terima kasih atas tawarannya, Pak Evan," kata Valen. "Aku tidak bisa pulang dengan motorku malam ini." "Sama-sama," kata Evan. "Aku senang bisa membantu." Evan dan Valen masuk ke dalam mobilnya Evan. Evan menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankannya. Sepanjang perjalanan, Valen berusaha memancing Evan untuk curhat. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Evan dan Jojo. Dan mengapa Jojo selingkuh dari Evan. "Pak Evan," kata Valen. "Saya ingin bicara dengan Anda." "Ada apa, Bu Valen?" tanya Evan. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan bapak?" Evan terdiam sejenak. Ia terlihat ragu-ragu. Valen menunggu dengan sabar. "Ya, ini sangat memukulku," kata Evan akhirnya. "Jojo selingkuh dariku cuma karena dia pikir, aku tidak peduli padanya." Valen terkejut mendengar pengakuan Evan. Ia tidak menyangka bahwa Jojo adalah orang yang seperti itu. "Saya tidak menyangka," kata Valen. "Anda terlihat seperti pasangan yang bahagia. Kalian kadang-kadang romantis saat menjemput Karly bersama-sama iya kan" "Kami memang pernah bahagia," kata Evan. "Tetapi, belakangan ini, Jojo berubah setelah aku sibuk kerja. Dia jadi lebih sering mengeluh dan menuntut." "Aku sudah mencoba untuk berbicara dengannya," kata Evan. "Tetapi, dia tidak mau mendengarkan." "Saya tidak tahu harus berbuat apa," kata Evan. "Aku masih mencintainya, tetapi aku tidak bisa menerima perselingkuhannya." Valen merasa kasihan kepada Evan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantunya. "Mungkin Anda harus berpisah darinya," kata Valen. "Aku sudah memikirkannya," kata Evan. "Tetapi, aku masih ragu." "Anda harus memikirkan masa depan Anda," kata Valen. "Anda juga harus memikirkan Karly." Evan terdiam lagi. Ia terlihat sedang berpikir keras. "Apalagi Karly sempat curhat kepadaku kalau bapak mencoba bunuh diri. Benarkah itu, pak?" "Jadi Karly suka curhat dengan kamu?" "Tapi cuma aku dengan dia yang ada pada saat dia curhat kepadaku, pak. Dia tidak pernah curhat dengan siapapun di sekolah selain denganku dan yakinlah kalau rahasia keluarga bapak, aman di tanganku." Evan cuma mengangguk mendengar kata-kata Valen ini. "Karly beberapa kali mendengarkan pertengkaran kalian dan dia bertanya kepadaku akan apa maksud perkataan-perkataan kalian itu. Di situlah aku tahu tentang perselingkuhan dan tentang percobaan bunuh diri Pak Evan." Evan terdiam mendengar kata-kata Valen itu. "Ingat, pak. Seorang anak akan bisa terganggu mentalnya kalau terus hidup dalam pertengkaran-pertengkaran seperti itu apalagi kalau ada percobaan-percobaan ekstrim untuk bunuh diri. Jadi... please. Tentukan langkahmu secepatnya. Mungkin perpisahan lebih cocok dan lebih baik untuk anak-anak bapak." "Terima kasih atas saran Anda," kata Evan. "Aku akan memikirkannya." Vallen terdiam. Dia tidak tahu dari mana dia mendapatkan kekuatan untuk menganjurkan hal-hal seperti itu, karena walau bagaimanapun dia sudah terlibat di dalam ini, dia sudah selingkuh dengan Evan, dan sekarang, saat dia menganjurkan Evan untuk berpisah dengan Jojo, maka dia betul-betul sudah terlibat jauh dalam keluarganya Evan. Evan dan Valen melanjutkan perjalanan dalam diam. Hujan masih turun dengan deras. Valen memikirkan apa yang harus dilakukannya. Ia ingin membantu Evan, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya. Valen memutuskan untuk menunggu sampai Evan sendiri yang mengambil keputusan. Ia akan selalu ada untuk Evan, apa pun yang terjadi. Beberapa saat kemudian tibalah Vallen di depan rumah kosnya. Rumah kost yang sudah ditempatinya sejak pertama kali dia mengajar di sekolah yang letaknya tidak jauh dari rumah kost ini Vallen turun dari mobil menatap wajah laki berumur 40 tahunan yang masih terlihat gagah itu. Dia berharap ada kata sayang atau sesuatu seperti itu dari pria di balik kemudi ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD