Mendengar kata-kata Valen ini, Evan berkata, "pasti. Aku akan melamarmu untuk menjadi istriku. Sebelumnya, aku memang masih agak ragu untuk mengikuti perasaanku padamu. Tapi, kini tidak ada keraguan lagi." "Apa yang membuat kamu tidak ragu lagi?" tanya Valen penasaran. "Aku melihat istriku selingkuh di depan mataku." "Hah! Seberani itu?" "Ya." Sejenak Evan memisahkan batang kejantanannya dari liang kewanitaan Valen. Dia ingin menceritakan apa yang terjadi pada Valen. "Bagaimana ceritanya?" Evan pun menceritakan semua yang terjadi pada dirinya saat tanpa sengaja memergoki perselingkuhan istrinya. "Kenapa dia seperti itu? Saat aku menikah, aku pasti tidak akan selingkuh." Valen menggeleng-gelengkan kepalanya. "Istriku terlihat sangat menikmati hubungan perzinahan itu. Dia tidak per

