Tapi Evan tidak ingin buru-buru untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh Valen itu. Evan memilih untuk semakin membuka lebar paha Valen. Evan membuka lebar apa yang berada di depannya supaya lidahnya semakin dalam masuk di kedalaman sana. Valen langsung mencengkram tangan Evan. "Oh, Evan. Ampun. Oh, ini sangat enak. Aduh ... aduh, ini sangat enak." Desahan Valen seperti orang menangis tetapi Evan tidak peduli. Evan masih terus menancapkan lidahnya mengusap hingga kedalaman sana, memberi rasa nikmat bagi Valen hingga pinggul Valen terus bergelinjang menahan gelombang kenikmatan yang sedang dialaminya sekarang ini. "Ini terlalu enakkk. Ini sangat enak. Please please. Oh, ini sangat enak." Setelah merasa cukup, merasa liang kewanitaan yang akan dia serbu dengan rudalnya sudah cukup basah

