Valen telah hanyut dan semakin melambung dalam kemesraan yang mencekam jiwanya. Evan mengerti jika wanita di hadapannya ini telah semakin terlena dalam menikmati kebersamaan mereka. Karena itu, karena Evan tidak mau kehilangan momentum, maka tangan kanannya dengan lembut ia gerakkan untuk kembali meremas buah d**a itu. Tak henti, Valen mengerang nikmat. Gemas menahan geli yang diwujudkan Evan di tubuhnya. Diremasnya pundak Evan dengan sentuhan yang tidak kalah panas. Evan masih merajalela di bagian d**a Valen, membuat gairah Valen semakin melonjak tinggi. Lidah Evan melakukan variasi di pucuk bukit kembar nan ranum ini, kadang menjilat kadang menghisap untuk membuat Valen semakin berhasrat. Jerit dan rintihan Valen sesekali terdengar, melukiskan betapa dia telah hanyut terbawa arus k

