Perselingkuhan yang Indah

1361 Words

Keduanya sempat saling melepaskan diri. Evan menuju ke pintu kamarnya untuk mengunci pintu. Setelah itu, dia balik mendekati Valen. Valen menelan salivanya saat Evan sudah berada dekat sekali dengan tubuhnya. Evan tahu apa yang dia dibutuhkan saat ini. Apa yang jiwanya butuhkan saat ini. Karena itu, dia mulai menjelajahi tubuh Valen dengan tangannya sementara bibirnya mulai mendekati bibir Valen. "Aku punya permintaan," bisik Valen sambil menelan salivanya karena hampir tidak mampu menahan pesona Evan yang menghanyutkan dirinya. Valen tidak tahu lagi apa yang terjadi padanya. Apakah dia melakukan ini murni karena rasa kasihannya pada pria beranak dua ini, ataukah karena dia memang berhasrat pada pria bermata teduh ini. Dia tidak tahu yang mana. "Apa itu. Katakan padaku dan aku akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD