Resmi Menjadi Sugar Daddy-Ku

1034 Words
Mendengar kata-kata Valen sebelumnya, Evan sadar kalau memang sesuatu telah terjadi pada dirinya. Evan sadar kalau dia mulai berubah tepat setelah dia tidur dengan Valen. Sebelumnya, ada keinginan yang sangat kuat di pikiran Evan untuk bunuh diri. Setiap detik dia seperti didorong untuk bunuh diri. Sepertinya ada oknum jahat yang terus menanamkan pikiran untuk bunuh diri di hatinya karena dia tidak sanggup lagi dengan kenyataan perselingkuhan yang dilakukan istrinya itu. Tapi dia sadar kalau setelah dia membalas perselingkuhan istrinya, dengan berselingkuh dengan Valen, maka seperti ada sesuatu yang terlepas dari benaknya. Dia tidak lagi berpikiran untuk membunuh diri walaupun dia masih berusaha untuk menyelamatkan pernikahannya dengan Jojo. Melihat wajah Valen yang cantik, melihat kepolosan pikirannya yang memberi diri untuknya supaya dia tidak lagi frustasi dan mengalami nasib yang sama seperti ayahnya, maka saat ini, Evan mulai memikirkan tawaran Valen untuk menjadikan Valen sebagai sugar baby-nya. Valen yang terus menatap Evan, kini kembali berkata, "aku rela menjadi sugar baby-mu. Aku ingin menjadikan kamu sebagai Sugar Daddy-ku. Aku tidak akan menuntut apa-apa. Aku tidak akan menuntut kamu untuk meninggalkan istrimu, karena semuanya tergantung kepada keputusanmu. Yang jelas, kalau kamu masih juga berpikiran untuk bunuh diri, maka aku akan sangat murka kepadamu, karena itu berarti pengorbananku menjadi sia-sia." Evan mengangguk-anggukkan kepalanya. "Percayalah. Pikiran itu sudah tidak ada lagi di benakku. Dan aku sadar kalau pikiran itu tidak ada lagi setelah aku tidur denganmu." Valen tersenyum. "Ternyata kata-kata pamanku memang betul. Seorang lelaki pasti tidak akan bisa terima dengan perselingkuhan wanita yang dia cintai tapi saat dia sudah membalas perbuatan istrinya itu, maka frustasinya akan berangsur menurun dan dorongan untuk bunuh diri akan mulai hilang dengan sendirinya." "Mungkin kata-katamu betul. Tapi aku merasa bersalah kepadamu dan kepada Tuhan karena perbuatanku itu, karena aku selingkuh dan mengajakmu untuk selingkuh denganku." Valen menghela nafas berat. "Aku yakin kalau aku sedang berbuat baik dengan menyelamatkan nyawa seseorang. Soal dosa, biarlah kita pikirkan nanti." Evan mengangguk mendengar kata-kata Valen itu. Valen kembali menatap Evan. "Jadi bagaimana? Apa keputusanmu? Aku akan terima semua keputusanmu! yang jelas satu keputusanmu yang tidak akan aku terima adalah Kalau kamu masih ingin bunuh diri." Evan mengangguk. "Yakinlah kalau sekarang ini pikiran untuk bunuh diri itu sudah hilang dari benakku dan oke. Kalau begitu mulai detik ini kamu resmi menjadi sugar baby-ku. Tapi aku minta kepadamu supaya hubungan kita ini tidak diketahui oleh siapapun dulu. Ok?" Mendengar kata-kata Evan itu, Valen tertawa. "Tapi dia langsung memalingkan wajahnya karena ada tetesan air mata yang jatuh di kedua matanya. "Aku senang karena kamu sudah resmi menjadi Sugar Daddy-ku. Dan yakinlah kalau rahasia ini hanya kita yang tahu tidak ada orang lain yang akan mengetahuinya. Percayalah padaku. Tidak akan ada yang tahu dari mulutku soal ini." "Aku percaya padamu." Setelah itu, Evan kembali mendekatkan wajahnya dengan Valen dan mencium Valen. Hatinya mulai timbul hasrat yang menggelegak. Hasrat ingin menghisap madu dari tubuh mungil nan indah milik Valen. Valen menyambut bibir Evan itu dengan sama panasnya. Keduanya mulai tenggelam dalam cumbuan yang panas disertai rabaan-rabaan yang dilakukan Evan di tubuh Valen. Setelah sebelumnya mereka berdua melakukannya Di ruang kerjanya Evan, kini mereka berdua terhanyut di kamar tidurnya Evan. Keduanya sama-sama tahu kalau mereka berdua berada di kamar tidurnya Evan, tapi tidak ada satupun di antara mereka berdua yang ingin menghentikan cumbuan bibir yang sedang mereka nikmati ini. Valen sudah pasrah kalau Jojo akan kembali ke rumah ini dan masuk ke kamar ini dan melihat apa yang sedang dia lakukan dengan Evan ini. Dia sudah pasrah. Sementara itu, walaupun ada sedikit rasa takut dari Evan kalau Jojo tiba-tiba masuk ke kamar ini dan memergoki apa yang sedang dia lakukan dengan ibu guru dari anaknya ini, tetapi Evan sudah terlalu terhanyut dan tidak kuasa untuk menghentikan kenikmatan yang sedang dia rasakan ini. Sambil terus berciuman, Evan sudah berhasil membuka kemeja yang dikenakan Valen dan menaruh kemeja itu di pinggir tempat tidur. Saat ini, tubuh bagian atas Valen sudah terlihat. Tubuh mulus putihnya sudah terlihat, hanya ada pelindung buah d**a yang masih dikenakan Valen, selebihnya perut ratanya dan bagian belahan d**a cantiknya sudah terlihat dengan jelas. Keduanya terus saling kecup. Bibir bertemu dan lidah mereka saling taut dengan penuh perasaan. Evan memainkan lidahnya di dalam mulut Valen, sementara Valen yang memang masih asing dengan permainan seperti ini berusaha mengimbanginya. Valen juga berusaha memainkan lidahnya dan merasakan nikmat saat lidahnya bertemu dengan lidah Evan. Tangan Evan mulai bekerja lebih serius. Dia mulai membuka pengait yang berada di punggung Valen sehingga pelindung bawah d**a itu pun terlepas dan buah d**a montok berisi itu kini bebas lepas dan bisa dinikmati dengan bebasnya oleh mata Evan. Valen biarkan apa yang sedang dilakukan Evan itu. Dia juga masih biarkan saat tangan Evan mulai memegang buah dadanya dan ibu jari Evan mulai memainkan butir merah muda di pusat buah dadanya. Valen sedikit memekik saat dengan ahlinya Evan berhasil mengirimkan sinyal sinyal kenikmatan saat ibu jarinya Evan memainkan tonjolan di payudaranya. Valen meresapi rasa ini. Dia tidak mau berhenti. Dia ingin kemesraan ini terus berlanjut. Dia ingin kenikmatan itu terus berlanjut. Setelah puas mengabsen bagian dalam mulut Valen, kini pria berumur 40 tahunan ini mulai menundukkan wajahnya dan dengan lidahnya, dia mulai menjilati tonjolan buah d**a guru SD yang sangat memikat hatinya ini. Kening Valen berkerut, bukan karena kesakitan, tapi karena kenikmatan yang luar biasa yang saat ini sedang dia alami. Valen tidak peduli lagi kalau-kalau ada orang yang masuk kamar ini, kalau-kalau Jojo masuk kamar ini. Valen malah menjambak rambutnya Evan, terbawa kenikmatan yang dia rasa. Saat ini, dia hanya ingin menikmati belaian lidah yang sedang dilakukan pria tampan bernama Evan ini. Status yang sudah dinaikkan resmi menjadi sugar baby-nya Evan, membuat Valen ingin merayakan hal itu dengan memberi tubuhnya kepada Evan dan meraih kenikmatan sebesar-besarnya dengan Evan. Suara desahan dari gadis cantik ini semakin sering terdengar sehingga kalau saja ada orang yang lewat tepat di depan pintu kamar ini, maka dia akan mendengar suara desahan yang dikeluarkan gadis cantik berambut panjang ini. Bibir Evan dan lidahnya terus bermain di tonjolan buah d**a gadis berkulit mulus ini. Lidah Evan terus berputar di butiran merah mudanya Valen, membuat Valen semakin terhanyut oleh rasa yang dia rasakan seiring dengan kecapan lidah yang dilakukan oleh pria yang merupakan orang tua dari muridnya sendiri itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD