EPISODE 14

2003 Words

Najla menyeterika semua pakaian dengan sangat tenang malam itu. Ia bershalawat pelan saat sedang bekerja, hingga dirinya tidak merasa kesepian. Ia rindu pada sosok kedua orangtuanya, namun kini ia hanya bisa mendo'akan mereka tanpa bertemu. Ia merasa senang bekerja di rumah itu, karena di sana cukup banyak orang di dalamnya dan lumayan ramai. Namun seringkali rasa rindu tetap saja menerobos masuk ke hatinya, mengobrak-abrik pertahanan yang berusaha ia pertahankan, dan juga membuat bendungan airmata terkadang meluap tanpa alasan. Hal itu jelas membuat Najla menjadi lebih sering bershalawat untuk menghibur dirinya, agar tidak terus-menerus merasa kesepian. Jam telah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam saat Najla menyelesaikan pekerjaan menyeterika yang Akasma berikan padanya. Akasma se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD