EPISODE 9

1688 Words

Syima tiba di rumah setelah seharian pergi bersama Erdem. Derya menyambutnya dengan penuh harapan saat wanita itu baru saja tiba di pintu. Namun Syima tidak seantusias Ibunya, ia masuk ke dalam rumah dan langsung membanting tubuhnya di sofa kecil yang sudah usang. Ia tak menanggapi antusiasme Ibunya sama sekali, karena kenyataannya juga tidak pantas untuk dibangga-banggakan. “Kau kenapa? Bukankah seharian ini kau pergi bersama Tuan Erdem Evren? Mengapa wajahmu harus tertekuk seperti itu saat pulang? Apakah dia tidak memperlakukanmu dengan baik?” tanya Derya, sambil menyodorkan secangkir teh ke tangan Syima. Syima menerima cangkir teh itu lalu kemudian menyesapnya perlahan. Setelah itu ia meletakkan cangkir tersebut ke atas meja kecil yang ada di depan sofa usang tempatnya duduk. “Dia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD