Hulya—yang berada di samping tempat tidur Haidar--tengah membaca Al-Qur’an ketika pintu ruang perawatan dibuka oleh seseorang usai waktu shalat ‘isya selesai. Emir menatap ke arah pintu dari sofa yang tengah ia tempati. Sejak tadi ia memang duduk di sana, karena ada Hulya yang tidak pulang ke rumah sejak Haidar mengamuk tadi siang. Sosok yang masuk ke ruang perawatan itu adalah Abizard, yang baru saja pulang dari kantor bersama Mehmet. Abizard berjalan menuju ke arah tempat tidur yang Haidar tempati, setelah sebelumnya ia sempat melihat ke tempat Najla berdiam diri di balik tirai yang saat itu ternyata kosong. “Assalamu’alaikum,” ujar Abizard. “Wa’alaikumsalam, suamiku,” jawab Hulya, sambil mencium tangan Abizard. “Haidar baru saja tertidur?” tanya Abizard. “Ya, dia baru saja tertidur

