Permintaan Cerai

1601 Words

Raudah berjalan cepat sambil mendekap bayi merah dalam pelukannya. Gamis lebar dan kerudung yang panjangnya menutup hingga pinggul berkibar sepanjang jalan. Namun, meski begitu langkah itu tak terganggu sedikit pun. Bahkan jarak ratusan meter itu dari toilet ke ujung parkir di mana sebuah mobil menunggu, bisa ia tempuh hanya dalam hitungan menit. "Kami mengkhawatirkanmu, Ukh. Afwan seharusnya tadi Ana bersamamu atau setidaknya menjaga Ghaza," ucap Atikah begitu Raudah telah masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang. Sementara kakak perempuan Habib itu harus membalik tubuh agar bisa bicara dengan Raudah, tanpa membuat wanita yang baru datang itu merasa tak dipentingkan. "Ahm, afwan jika terlalu lama. Tadi saya ...." Ucapan Raudah menggantung. Ia lalu teringat, tidak mungkin akan berce

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD