Bertemu tapi Menyakitkan

1507 Words

"Em, afwan, Mbak saya gak bermaksud buat Mbak sedih begini." Raudah jadi tak enak hati. Sambil membenarkan posisi bayi di gendongan, wanita dengan pakaian lebar itu mengusap pundak mantan istri pertama suaminya. Meski wanita bercadar itu sudah menenangkannya, dan Liana tersenyum, tetap saja hatinya teremas sakit. Hingga membuat matanya terasa pedih. Digerakkan pundak kanan menjauh dari tangan yang terbalut handshock hitam nyaris menutup seluruh tapak tangan, dan hanya tampak jari-jari yang bersih keputihan. Liana menggeleng, menatap pada Raudah dengan mata yang dipenuhi kaca-kaca. Mata sayu itu seolah menjadi bendungan yang tengah menahan genangan agar tak tumpah. Namun, mau dibendung sekuat apapun air mata itu menitik juga meninggalkan jejak di pipi. Ia hanya tak mengerti, sekelam a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD