Mafia

2072 Words

'Kenapa Gus tidak membalas pesanku? Apa hatinya masih terlalu sakit hingga membalas pesan pun enggan, apalagi berbicara denganku. Seburuk itukah aku dimatanya? Allah ternyata sangat menyayangi aku dengan menggerakkan kakiku meninggalkan pesantren Darul Falah. Apa jadinya jika aku bertemu dengannya. Bisa jadi aku berubah pikiran karena melihat wajahnya yang sangat aku rindukan. Atau mungkin hatiku bertambah sakit karena sikapnya padaku. Dengan mengabaikan pesanku saja hatiku sudah cukup terasa tercabik.' Batin Raudah terus bergejolak, menerka dan menduga. Dan hanya menambah sesak dadanya saja "Astaghfirullah .... " Wanita itu memejamkan mata sambil mendekap ponselnya. Lalu kembali menjauhkan ponsel dari dadanya. Raudah menatap layar ponsel sepanjang jalan pulang. Ia heran kenapa Gus Bed

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD