"Mainnya rahasia-rahasiaan melulu! Mau berakhir kayak film azab?" Auva geram dengan tabiatnya yang macam tidak kenal sopan santun. Terkadang memang lupa bahwa dia menyandang status anak semata wayang Keluarga Prealinza yang banyak sekali diincar oleh perusahaan-perusahaan lainnya untuk merampas nyawa dan jabatan. Ya, begitulah manusia yang gila pada kekuasaan—pasti berakhir mudarat. "Enggak segitunya kali. Gue cuman mau nyimpan rahasianya sendirian aja, hehe. Harusnya nggak apa, dong?" ujar Aurel nyolot membuat Auva menghela napas beberapa kali, berusaha untuk tabah. "Yaudah terserah lo ajalah, ini jadi berarti kapan-kapan giliran Ciel yang kita selidiki?" "Bukannya emang harus begitu, kan?" Auva terkekeh nyaring seraya, lantas merangkul Aurel yang sedikit kaget sebab mendapat kontak f

