Pelindung Alfarin Selain Gamma

1270 Words

Alfarin membuka matanya, bayangan warna putih mulai jatuh di retina mata wanita itu. Alfarin mengerakan tangannya, sakit. Dia menoleh ke samping, ingatannya kembali teringat begitu dia melihat beberapa luka goresan di tangannya. Masih memerah, tetapi tidak mengeluarkan darah, walaupun tidak mengeluarkan darah tetap terasa sakit. Jika dulu dia beranggapan sakit karena goresan tangan tidak sesakit sakit hati, namun anggapan itu salah, dua-duanya memang sangat menyakitkan. "Sayang ...." suara itu, suara yang membuat Alfarin seketika merasa tenang. Alfarin menoleh ke samping. "Kak Gamma ... sakit," ucapnya dengan nada yang menahan tangis. Gamma tidak menjawab, dia langsung membawa Alfarin ke dalam pelukannya, dia tau sesakit apa Alfarin saat ini dan dia juga tau setakut apa Alfarin tadi. Di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD