Pandangan Alfarin masih saja kosong. Sehabis diceritakan oleh Gamma bahwa sudah tidak ada lagi calon bayi diperutnya membuat Alfarin hanya diam. Mulutnya tidak berbicara apapun, air mata juga belum ada tanda-tanda akan segera turun. Namun hanya matanya saja yang terlihat kosong. Alfarin benar-benar belum mempercayainya, baru rasanya kemarin dia bilang akan hidup berdua dengan anaknya kelak jika Gamma akan meninggalkannya, tetapi malah calon bayinya yang terlebih dahulu meninggalkannya. Diam lebih menyakitkan daripada menangis. Menurut Gamma, lebih baik dia melihat Alfarin menangis daripada melihat Alfarin seperti ini. Pandangannya itu yang terlihat sudah tidak ada semangat hidup lagi, kalau sudah seperti ini Gamma bisa apa? Walaupun dia dokter, namun tidak ada yang bisa dia lakukan selai

