Gamma membuka matanya, dia memutar pandangannya ke beberapa arah. Dia akhirnya tersadar bahwa dirinya kini sudah berada di kamarnya. Gamma menoleh ke samping, Alfarin tengah tertidur di ranjang sebelahnya, senyuman terukir di wajah pria itu. Rasa senang bercampur rindu memuncrat begitu saja, maklumlah sudah beberapa hari mereka tidak tidur bersama dalam satu ranjang. Gamma mengerakan badannya. "AW!"ucapnya refleks. Dia baru menyadari insiden tadi. Mendengar suara Gamma yang lumayan kencang membuat Alfarin membuka sedikit matanya, begitu kagetnya dia saat melihat Gamma yang sudah bangun. "Kak Gamma udah bangun?"tanyanya dengab mata yang mulai tertutup kembali. Gamma tidak menjawab, dia memilih diam sambil mengelus kepala Alfarin dengan tangannya, meskipun tangannya masih sakit. Alfarin

