Marina memencet bel beberapa kali tangan wanita itu sudah bergerak-gerak tidak kuat untuk segera membuka pintu rumah itu, tetapi dia masih punya sedikit sopan santun makanya dia memilih untuk mencoba menekan tombol bel untuk kesekian kalinya. Ceklek! Ingin rasanya saat itu juga Marina sujud syukur, akhirnya terbuka juga pintu yang sedari tadi dia tunggu-tunggu. Marina membetulkan rambutnya terlebih dahulu, setelah itu dia tersenyum ke arah tuan rumah. "Kak Gamma, bisa bicara sebentar?" ucapnya . Alfarin mengelap dengan kasar air matanya yang kembali terjauh. Wajah wanita itu sudah benar-benar kacau, seakan wajahnya itu menggambarkan bagaimana keadaan pikirannya. "Dia hanya kehilangan kendali, Fa," ucap Ares sambil meyakinkan. Ares memberi penjelasan mengenai insiden tadi. Ares mencob

