34. Makan Malam

747 Words

Rey duduk di ruang makan keluarganya. Ia tersenyum mendapati tubuhnya terduduk di sana bersama keluarganya. Rasanya lucu ia kembali ke sana padahal pernah bersumpah tak akan kembali menginjakan kaki ke rumah itu. Rey menatap wajah-wajah keluarganya yang sedang makan bersamanya. Ia berakhir kembali duduk bersama mereka di ruang makan rumah ini. Suasana makan malam hari ini masih terasa hening. Setiap keluarganya masih fokus menikmati makanan tanpa mengeluarkan suara. Rey hafal betul budaya makan malam keluarganya. Biasanya memang dimulai dengan keheningan, lalu berakhir dengan keributan. Ia hanya menanti siapa yang akan memulai pembicaraan. “Jadi kamu ngapain di luar?” tanya William sambil mengunyah ayam pangganggnya. Rey menghela nafasnya. Pertanyaan pembukaan Papanya itu terasa topik y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD