Rey benar-benar merindukan Lisa. Sudah satu setengah minggu Lisa terbaring di ruang ICU. Waktu jenguk yang bisa ia pergunakan hanya dua jam, itupun dibagi dua. Satu jam di pukul 11.00 dan satu jamnya lagi di pukul 19.00. Namun, setiap kali ia menjenguk, Lisa selalu dalam keadaan tidak sadar. Entah karena pengaruh obat atau karena pengaruh kondisinya yang sedang tidak stabil. Selama ini Rey hanya bisa menggenggam tangan Lisa, memandangi wajah gadis itu, dan berdoa setiap saat agar kondisi Lisa bisa segera pulih. Ia benar-benar merindukan Lisa bisa sehat dan bercengkrama dengannya seperti dulu. Rasanya begitu sakit melihat Lisa terbaring lemah tak berdaya. Rey tetap bekerja seperti biasa, meski sesungguhnya ia tetap tidak bisa sepenuhnya konsentrasi. Pikirannya selalu berada di rumah sakit

