"Kamu nggak perlu repot-repot memikirkan kehidupan pribadiku, Danan," tukas Hamka kemudian, seraya memberikan tatapan sinis kepada pria itu. "Aku nggak mungkin diam aja, kalau itu sudah ada kaitannya dengan keselamatan Intan!" bentak Danan seraya maju menghadapi Hamka yang menurutnya sangatlah angkuh. "Hidupmu sendiri begitu berantakan! Apa kamu pikir, bisa membahagiakan Intan dalam keadaan seperti sekarang? Kamu nggak lebih dari pengangguran menyedihkan! Apa kamu menyadari itu!" balas Hamka, terlihat bersiap apabila sampai pria itu berusaha untuk memukulnya. Ia tidak akan membiarkan Danan sampai melukainya. Kalau perlu, ia akan menunjukkan kekuatannya seperti apa. Danan mengepalkan jemarinya erat-erat, tatapannya begitu geram setelah direndahkan seperti itu, apalagi orang itu merupaka

