Bab 35. Dilema Hamka

1235 Words

Intan terdiam cukup lama setelah mendengar kata-kata Hamka. Ponselnya masih menempel di telinga. Namun, pikirannya seolah terjebak di persimpangan yang membingungkan. Ia belum mampu mencerna ucapan Hamka yang baru saja dilontarkan, tentang pernikahan, tentang lamaran padahal jelas hubungan mereka belum pada tahapan itu. Ia sendiri yang belum mengizinkan ada laki-laki mendekatinya melebihi teman biasa. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba meredam gejolak perasaan yang mendadak tidak nyaman. Baginya, pembicaraan semacam itu terlalu berat untuk dibahas melalui telepon—dan yang lebih penting, terlalu jauh dari kenyataan hubungan mereka. "Intan?" Suara Hamka di seberang memecah kebisuannya. "Hm?" sahut Intan akhirnya, dengan nada yang sengaja ia buat datar. "Kamu nggak apa-apa?" Hamka bert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD