Intan mulai menyantap makan siangnya tanpa banyak bicara. Sesekali ia menangkap kecemasan yang tidak biasa dia lihat ada dalam diri Hamka. Entahlah. Sebenarnya ia ingin mempertanyakan itu, tetapi perkataan Hamka mengenai perasaannya, membuat Intan memilih untuk menahan diri. "Kamu suka menunya?" Akhirnya Hamka membuka percakapan, setelah sebelumnya hanya saling memandang satu sama lain. "Iya, aku suka," sahut Intan berusaha untuk bersikap datar. "Sebenarnya aku sangat gelisah, itulah kenapa beberapa hari ini aku terkesan bertingkah aneh. Aku minta maaf, ya?" ungkap Hamka seraya menatap Intan ragu-ragu. "Boleh aku tahu, apa yang membuatmu gelisah?" "Kakekku. Jujur saja, beberapa hari ini dia mendesakku dan aku ... sangat tidak nyaman dengan kondisi itu." Intan mengerti, beberapa cucu

