"Bang, lagi sibuk nggak?" Intan meletakkan kopi yang baru dibelinya beberapa menit lalu ke atas meja kerja kakaknya. Banyak gambar yang terpampang di atas meja. Gulungan kertas pun tersebar di pojok-pojok ruangan. Intan tidak paham, bagaimana cara kerja kakaknya sebagai event planner. Yang pasti, pria itu selalu sibuk, dan jarang pulang secara on time. "Aku ada proyek pameran di sebuah Mall. Deadline enam hari lagi," sahut pria itu seraya menoleh ke arah sang adik. "Thank, ya." Pria itu tersenyum seraya mengambil kopi dari atas meja, lalu meminumnya beberapa teguk. "Kenapa? Ada masalah?" Billy meletakkan pulpennya ke atas meja, lalu mulai mendorong kursi kerjanya agak menjauhi meja, agar sepenuhnya bisa menatap wajah sang adik tersayang. "Nggak sih," sahut Intan sambil menggeleng. "

