Hamka tidak jadi menemui kakeknya dan memilih balik ke kamar setelah merasa kakeknya sibuk. Ia akan kembali nanti, karena tidak ingin dianggap telah menguping pembicaraan. Setelah selesai mandi, ia mengecek beberapa pesan yang masuk sambil merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Rasa penat yang tadi sempat terasa, kini sepenuhnya telah tergantikan rasa segar dan nyaman. "Intan nggak ngirim pesan," ucapnya lirih. Ia agak kecewa. Rasanya begitu berharga, kesempatan yang dulu ia anggap mustahil, kini momen kembali datang. Ia bertemu dengan wanita impiannya, setelah berstatus bebas untuk didekati lagi. Hamka sempat menyesal, begitu mendapat kabar bahwa pernikahan Intan tidak bahagia. Doanya selalu sama, berharap kehidupan Intan lebih indah meskipun tidak bersamanya, ternyata pengorbanan hatinya

