Bab 32. Rasa yang Tertunda

1273 Words

"Hubungan antar manusia itu rumit, Intan." "Aku tahu. Nggak mudah memutuskan sebuah hubungan tanpa konflik sebagai alasan sebuah perpisahan. Artinya, memang nggak ada perpisahan yang baik, bukan?" "Hm. Semua punya alasan masing-masing, jalur apa yang dipilih untuk memutuskan sebuah hubungan." "Kamu sendiri gimana?" Mendapat pertanyaan seperti itu, tentu saja membuat kening Hamka mengernyit. Dia bingung, kenapa tiba-tiba Intan memilih topik perselingkuhan pagi ini sebagai bahan obrolan berangkat ke kantor. "Kamu lagi nggak punya pacar? Atau lagi bosen, terus mencoba buat mendekati perempuan lain?" terang Intan, setelah merasakan aura kebingungan pada cara Hamka memberikan tatapan padanya. "Mendekati perempuan lain? Kamu maksudnya?" sahut Hamka, pria itu mengulas senyuman tipis begitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD