Hamka memimpin rapat pagi ini. Ia mampu tampil memukau di hadapan kakeknya, dengan memaparkan hasil kinerja perusahaannya pada kuartal pertama di bawah kepemimpinannya. Hilman tampak bangga, pilihannya menempatkan Hamka di perusahaan pusat, sebagai pengganti ayahnya memang keputusan terbaik. Ia senang karena cucunya mampu mengemban tugas itu, diusianya yang masih terbilang muda. "Kakek ingin bicara sesuatu sama kamu," bisik Hilman, ketika Hamka kembali ke tempat duduk yang berada di sampingnya, setelah menyelesaikan presentasi. "Boleh. Bagaimana kalau sambil makan siang?" tawar Hamka berusaha tampak setenang mungkin di hadapan kakek, terutama paman yang selalu berada di sekelilingnya. "Kamu atur aja tempatnya." "Baik," sahut Hamka, seraya merapikan map di meja. Tim dari divisi pemas

