"Tolong jangan bercanda, Nek, ini sama sekali tidak lucu. Yuri benar-benar tidak suka candaan Nenek kali ini." Yuriko mengguncang pelan lengan neneknya. Namun sayangnya, sang nenek justru bersikeras untuk memejamkan matanya, "Baiklah kalau Nenek ingin Yuri menerima Mas Wolf sebagai suami dan memperlakukannya dengan baik. Yuri janji, Yuri akan melakukannya, tapi Nenek harus bangun. Sudah cukup bercandanya," imbuhnya berjanji. Meski tidak mendengar suara nafas dan pergerakan apa pun dari sang nenek, bahkan jantungnya pun sudah berdegup kencang mengetahui sesuatu yang buruk terjadi. Namun, Yuriko berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa sang nenek hanya tertidur saja. "Nenek mengantuk? Ya sudah, Nenek tidur saja dan Yuri akan menemani Nenek di sini." Yuriko kembali duduk dan menatap nenekn

