Perlahan, dengan tangan yang gemetar Yuriko membuka lipatan kertas itu. "Untuk cucuku tersayang, Yuriko." Baru melihat kalimat pembuka, air mata Yuriko kembali menetes. Di sana, tertulis namanya dengan kata sayang yang akan selalu ia rindukan nanti. "Sebenarnya setelah operasi, perut nenek masih sering terasa sakit. Nenek menanyakannya pada dokter dan diperiksa. Kemudian dokter menyarankan agar nenek dioperasi lagi, tapi nenek menolak." Manik mata Yuriko terbuka lebar-lebar. Bagaimana bisa ia tidak tahu kalau sang nenek masih mengalami sakit perut meski sudah dioperasi? "Nenek pikir, nenek sudah terlalu tua. Meskipun melakukan operasi ulang dan sembuh, nenek yakin akan muncul penyakit lainnya. Nenek lelah merepotkanmu terus-menerus. Jadi nenek mohon, jangan salahkan dokter atas apa y

