Jani melepaskan rangkulannya, "Po-potongan rambut kakak dan warna bajunya sama.. A-aku tadi sambil baca ponsel. Ma-maafkan kak.." Asya hanya tergelak. Jani lucu sekali. Darma menghampiri mereka, "Kenapa dengan ayah?" "Ini," Jani memperlihatkan pesan dari ibunya sambil berpura pura tenang.. Ia berdiri agar bisa menghindar dari tatapan Asya. Aku malu sekali!!!! "Ibu bilang supaya kakak menghubungi ayah. Ponsel kakak mati," jelas Jani. "Iya ponsel lupa kakak charge. Pinjam dulu ponselmu," Darma mengambil ponsel Jani dan menelepon ayahnya. Darma, "Yah.." Bisma, "Kamu kemana saja? Kenapa ponselmu mati?" Darma, "Habis baterai. Ada apa yah?" Bisma, "Ada anaknya teman ayah baru datang dari luar negeri. Apa kamu bisa menemaninya nanti malam?" Darma, "Menemani untuk apa?" Bism

