DIA, PACARKU

1328 Words

"Serius? Dia pacarmu?" Jehan meremas jari jemarinya. "Iya," Asya mengangguk. "Jangan berbohong," Jehan memastikan. "Pribadiku, urusanku. Sudah cukup apa yang aku ucapkan," Asya bergerak naik ke Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi. Jehan langsung mengatupkan mulutnya dan dengan kesal berbalik pergi. Ia berjalan ke arah Gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain. Saat melewati area ruangan kelas tingkat satu, ia memperhatikan di satu ruangan ada Jani dan Anin. Hhh.. Kamu dan Asya? Serius? Jehan mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kuat. Tanda kalau ia kesal setengah mati. *** Jani dan Anin mengobrol sambil menunggu dosen masuk ke ruangan kelas. "Anin, aku heran, si Jehan itu kan kelakuannya minus sekali, kenapa Kak Asya bisa suka?" Jani menarik nafas panjang. "Apa kakakmu itu pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD