JANI SI KUDA HITAM

1404 Words

Saat masuk ke dalam rumah, Jani langsung masuk ke ruang kerja ayahnya. Bisma terlihat sedang mengobrol bersama Darma. "Kebetulan! Dua orang yang aku cari ada di sini dua duanya!" Jani memasang wajah kesal. Bisma langsung hafal kalau Jani pasti akan mengamuk. Putrinya ini manja tapi juga pemarah. "Ada apa lagi?" Darma mulai mengerutkan keningnya melihat kelakukan Jani. Dia sudah mulai membayangkan kalau Jani akan memukul atau mencubitnya. Dan benar saja, beberapa detik kemudian, tangan Jani mengayun ke tangannya, "Kenapa sih kakak berteman sama perempuan semacam si Reta! Lalu si Olin!" "Siapa yang berteman? Baru juga sekali makan malam. Itu ayah yang meminta, bukan kakak berteman dengannya," Darma menjelaskan. Bisma berdehem, ia langsung bersiap menerima amukan putri satu satun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD