"Kenapa kamu diam..?" Asya tersenyum. Ia memperhatikan kalau Jani tidak bergerak dan hanya diam saja di kursi penumpang. "Sebentar lagi," Jani memperhatikan jam tangannya. "Apa yang kamu perhatikan?" Asya tergelak. "Jam. Masih ada waktu sebelum jam delapan," Jani tergelak. Asya ikut tertawa, "Kita turun. Tante Dara ada?" "Ibu ada. Ayah tidak ada," Jani mengangguk. "Ok kita turun." Asya dan Jani turun dari mobil. "Om Bisma kemana?" Asya mengunci pintu mobilnya. "Kalau tidak salah ke Bali. Ada ketemu sutradara film. Katanya terkenal.. Tapi tidak tahu juga. Aku tidak terlalu menyimak soal perfilman," Jani hanya nyengir. Mereka pun masuk ke dalam rumah. "Aku panggil ibu dulu," Jani berlari ke dalam rumah. Asya hanya geleng geleng kepala. Suasana rumahnya selalu adem ayem t

