"Kamu lama sekali," Darma mengomel saat melihat Jani dan Asya akhirnya muncul di parkiran. "Maafkan aku kak Darma," Jani bicara dengan lemah lembut. Darma menyentuh kening Jani, "Apa kamu sakit? Kenapa bicaramu lemah lembut begitu?" "Ah! Aku baik baik saja!" Jani menyingkirkan tangan Darma dari keningnya. Asya hanya diam menahan tawa. "Pulang?" Darma membuka pintu mobil. "Aku mau pulang sama kak Asya! Bye!" Jani masuk ke mobil Asya yang baru saja dibuka kuncinya. Darma terheran heran dengan kelakukan Jani. Sedangkan Asya hanya bisa tersenyum. "Ah, terserah, terserah!" Darma masuk ke dalam mobilnya. "Bro, titip si ceriwis itu. Kebetulan aku memang ada perlu dulu." Asya hanya tersenyum, "Yes.." Darma pun pergi menggerakkan mobilnya keluar kampus. Asya masuk ke dalam mobil.

