Tujuh Puluh Delapan

1134 Words

*DI RUANG KESENIAN* Boy dan Livia tanpa sengaja memainkan musik Pachelbell Canon in D bersama, ditemani sinar senja yang menyinari seisi ruangan yang membuat pertemuan mereka tampak romantis. Seorang laki-laki jomblo berwajah manis yang cerdas disandingkan dengan seorang gadis  berpenampilan bak bidadari turun dari langit namun memiliki kekuatan tempur seorang dewa. Lalu alunan lagu pun berakhir, Boy menghentikan permainannya begitu juga dengan Livia yang pada akhirnya hanya duduk terdiam memandangi senja di balik jendela ruangan. “Ah.. kami bertemu lagi.” “Hallo anak culun…” Sapa Livia yang sejak lama menganggap Boy sebagai saingan akademinya. “Siapa sangka anak terpintar di sekolah ternyata seorang musisi juga? Permainan piano mu benar-benar hebat.” Ucap Livia merasa kagum. “Hah b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD