Dua Puluh Enam

1233 Words
*HUTAN WILAYAH TENGAH PULAU KELELAWAR* “Owh My God! Monster Iblis ini benar-benar bangkit! Tapi siapa yang membuatnya terbangun dari tidurnya aww?!” Axel merasakan aura yang besar yang membuatnya mengingat petaka dimasa lalu, dimana dia pernah mati ketika monster iblis ini bangkit 500 tahun yang lalu. “Kapten! Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Jack O Lantern. “Kita harus menghadangnya! Jangan sampai dia menghancurkan pulau ini! Keluarkan semua skill dan sihir terkuat kalian! Dan kita serang Monster Iblis ini bersama-sama aww! Fokuskan serangan kita ke kakinya!” Axel memberikan komado kepada para pasukan mayat hidupnya. “AY AY KAPTEN!” “Dark Magic! Skull Dragon Explotion” Serangan sihir terkuat Kapten Axel mengeluarkan cahaya kegelapan berbentak Naga Tengkorak mengarah ke salah satu kaki Salazar dan menghasilkan ledakan yang sangat besar. Para pasukannya pun secara bersamaan mengeluarkan sihir terkuatnya. “Great Magic O’! Halloween Light Thunder!” Serangan Jack “Great Magic Hi’hiiy! Black n White Shooter!” Serangan Zombie MJ Seluruh anggota ZMB 48 pun ikut merapalkan mantra terkuat mereka “Great Magic kyun! MOE MOE EXPLOTION!” Sihir gabungan mereka berhasil menghancurkan salah satu kaki Monster Iblis Salazar. “Bagus! Dengan begini dia tidak bisa berjalan jauh!” Seru Axel. Namun Salazar tidak berhenti begitu saja. Dia pun memukulkan tangan besarnya itu ke tanah hingga akhirnya membelah tanah itu menjadi dua sampai-sampai lahar di bawah tanah memancur keluar.   Sekali pukulannya saja bisa membelah Pulau Kelelawar dengan mudahnya. Para monster pun berhamburan dan banyak diantara mereka yang terjatuh dan tenggelam ke dalam lava yang panas. “Ini gila! Kita benar-benar bisa mati di tempat ini! Walaupun sebenarnya kita ini monster undead!” Jack mulai khawatir melihat si monster iblis itu melesatkan pukulannya yang terlihat lambat namun berdampak kerusakan yang amat sangat besar. “Semuanyaaa! Lebih baik kita melarikan diri! Selamatkan diri kalian!” Teriak Axel. Kapten Axel dan para pasukannya berlari ke arah Hutan Camazotz. *SISI LAIN HUTAN CAMAZOTZ* “Ini benar-benar gawat nyaww! Kita harus segera keluar dari pulau ini nyaww!” Pekik Luna menghindari semburan lava magma dari bawah tanah yang terbelah. “Labalababbalabala” Ucap Ren Tarantula. “Nyaww~ Apa?! Kau merasakan keberadaan Fay dan juga yang lainnya mengarah kesini?! Kalau begitu kita menuju ke tempat mereka nyaww!” Kata Luna mengerti apa yang dikatakan monster laba-laba yang cerdas ini. Akibat pukulan Salazar, lorong-lorong yang dibuat oleh para Monster Laba-laba sudah dihancurkannya. Karenanya Boy, Gobi, Fay, Frenkenstein dan yang lainnya menuju ke tempat Salazar melalui jalur Hutan Camazotz. Dan ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Luna dan Ren Tarantula. “Faaayy! Nyaaww!” Luna berteriak ketika melihat anak gadis yang dia besarkan sejak kecil itu ternyata masih dalam keadaan yang baik dan selamat dari bencana ini. “Lunaa! Syukurlah kau selamat!” Sambut Fay memeluk tubuh mungil kucing hitam itu.   “Syukurlah kalian baik-baik saja, tapi dimana Ibunda kami?” Tanya Jorogumo kepada Luna dan adiknya Ren. “Nya~ Maafkan aku… Saat pertarungan kami terpisah.” Jawab Luna dengan raut murung karena tidak menemukan Sang Ratu saat keluar dari Goa Camazotz. “Semoga Ratu Mia baik-baik saja.” Kata Fay khawatir. “Waw! Aku tak menyangka ada kucing lucu yang bisa berbicara juga disini.” Ucap Boy yang melihat Luna si kucing penyihir untuk pertama kalinya. “Oh iyah perkenalkan, kucing ini adalah Luna, dialah yang merawatku sejak kecil.” Fay memperkenalkan Luna yang merupakan wali-nya yang selalu menjaganya dan membesarkannya sejak ia kecil. “Luna, dia adalah Boy dan goblin ini adalah Gobi, mereka telah menyelamatkan kami dari serangan Putri Avriel sebelumnya.” Kata Fay memperkenalkan sosok yang menyelamatkannya dari amukan Sang Penguasa Sayap Barat itu. “Nyaaww~ anak ini dan goblin hijau ini bisa menyelamatkan kalian dari Sang Iblis Pembawa Keputusasaan? Sulit dipercaya?!” Luna terkejut mendengar keterangan Fay. Ditengah obrolan mereka, lalu muncullah para pasukan Zombie dan Kapten Axel yang tengah melarikan diri dari petaka Salazar. “Oh itu! Master Boy! Kau ada disini!?” Teriak Axel yang berlari mengarah ke tempat Boy, Gobi dan kelompok aliansi Laba-Laba Putih. “Kapten Axel dan yang lainnya! Kalian sudah berjuang dengan baik menghadapi pasukan istana sayap barat dan juga monster Salazar.” Sahut Boy. Fay dan Luna terkejut dengan segerombolan Zombie dan melihat ada Tengkorak yang bisa berbicara, namun mereka semua terlihat bersikap penuh hormat kepada anak remaja yang bernama Boy ini. “Nyaaww~ Siapa sebenarnya kau ini bocah? Sampai-sampai mereka hormat kepadamu!?” Tanya Luna. “Hehehe…” Boy hanya tertawa karena akan mencari cerita yang panjang kalau dijelaskan. Lalu di atas mereka tampak Putri Avriel yang diselimuti api biru melesat terbang menuju Monster Iblis Salazar sambil merapalkan mantra terkuatnya. “O’ My God! Liat itu Putri Avriel disana mencoba menyerang Salazar!” Teriak Jack O Lantern. “Dasar Putri Bodoh itu..” Kata Axel melihat Avriel. Dengan kekuatan penuh Putri Avriel mengeluarkan sihir terbaiknya. “Great Blue Fire Magic! Phoenix Explotion!” Serangan Api Biru berbentuk Burung Phoenix dirapalkan oleh Putri Avriel. Putri Avriel mencoba menyerang Salazar, namun Salazar mengeluarkan semburan magma dari mulutnya. “GAAAAAARRRGGGG!” Serangan mereka pun saling berbenturan dan menimbulkan ledakan yang amat sangat besar, sayangnya ini hanya berdampak kepada Putri Avriel yang pada akhirnya menghempaskannya dengan kencang akibat benturan sihir tersebut. Namun tiba-tiba Boy berlari dengan kecepatan kilat ke arah tempat Putri Avriel akan jatuh, karena  jika tidak ada yang menahannya itu akan berakibat fatal bagi kehidupannya. “Ka..kau! Manusia yang bersama goblin hijau itu?!” Putri Avriel terkejut karena ada yang menahan tubuhnya yang terhempas. Melihat ekspresi Putri Avriel, Boy hanya bisa berkata:   “Ppa..pan-da!” Karena tindakannya yang impulsif menolong anak ke enam raja iblis, Boy baru sadar kalau yang diselamatkannya adalah seseorang yang terkena kutukan penebar petaka dan ia pun lupa kalau dia sudah melepas kostum panda-nya. “KAU TIDAK TERLIHAT SEPERTI PANDA!” Teriak Avriel. *HUTAN CAMAZOTZ DARKY ISLAND* Boy berhasil menyelamatkan Putri Avriel yang terhempas akibat benturan ledakan sihirnya dengan semburan magma Salazar. “Putri Avriel, sepertinya dirimu harus beristirahat sejenak. Masalah monster besar ini biar aku saja yang mengurusnya.” Kata Boy dengan percaya diri, dimatanya Avriel itu seperti sosok bocah kecil dan tidak berdaya, sesungguhnya dia adalah putri raja iblis Beelzebub dan usianya sudah ratusan tahun walaupun perawakannya seperti anak SD. “Hah?! Bocah kau sebaiknya jangan main-main di tempat ini! Aku tidak tahu kamu ini siapa? Dan kenapa manusia seperti mu ada di pulau ini?! Tapi sebaiknya kamu pergi dari sini jika tidak ingin menjadi gosong akibat serangannya!”  Seru Putri Avriel tengah menegur Boy yang baginya dia hanyalah seorang bocah yang tidak jelas asal-usulnya. Namun, Kapten Axel dengan sihir teleportasinya mengarah ke sisi Putri Avriel dan menahannya agar tidak mengganggu tuannya, Boy. “Master Boy, maafkan atas kelancangan putri bodoh ini. Biarkan aku yang menahannya disini awwyeah!” Ucap Axel sambil menahan tubuh Avriel. “Master?! Apa maksudmu itu Tengkorak pengkhianat?!” Avriel terkejut mendengar Axel memanggil laki-laki remaja itu master. “Yah! Master Boy ini adalah tuan baru kami, putri bodoh! Jadi kau jangan mengganggunya!” Pekik Axel menjelaskan.   “Melihat kelakuan mereka berdua, mungkin sebaiknya aku menjaga jarak dari mereka.” Gumam Boy. Lalu Boy pun mempersiapkan diri menghadapi Monster Iblis Legendaris Salazar yang sudah ratusan tahun lalu di segel oleh Dewa Thor di masa lalu di pulau ini. “Administrator! Bisakah kau merekomendasikan kekuatan yang bisa aku gunakan untuk mengalahkan monster iblis itu?” Tanya Boy kepada admin aplikasi The Superpower.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD