Bab 38

1128 Words

"Kesenengan ya kamu Bang?" tudingku pada Arghani. Saat ini aku dan Arghani sedang dalam perjalanan pulang ke rumah bunda. Tadi si sirup markisa berhasil aku usir dengan bantuan manajer restoran. Sedangkan Arghani, dia diam saja sejak kepergian Marissa. Bahkan sekali-sekali senyum-senyum sendiri. "Seneng ya Bang mantannya ngajakin balikan sampai segitunya." Aku mencibir Arghani. "Oh bangga dong. Biar pun udah jadi suami orang aku masih laku," ujar Arghani dengan nada bicaranya yang terdengar bercanda. Aku mendengus pelan. "Besar kepala nih si Abang." "Sebenarnya senang karena kamu cemburu sih Di," kata Arghani saat mobil kami berbelok di lorong komplek. Aku melirik Arghani dengan wajah cemberut. "Emang aku gak boleh cemburu?" ucapku. Tawa kecil Arghani terdengar begitu ceria, entah k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD