Aku mengerjapkan mataku pelan, cahaya yang tidaj terlalu terang menyambutku. Aku terbangun di atas tempat tidur Arghani, tadi memang saat sampai di studio aku ngantuk berat. Akhirnya aku ketiduran karena menunggu Arghani yang sedang ada tamu. "Udah bangun Di?" sapa Arghani yang kini naik ke atas tempat tidur. Mengecup pelan dahiku. "Ayok ngobrol di sofa depan aja," ajak Arghani kemudian. Aku tersenyum tipis dan berkata, "Takut khilaf ya Pak Bos?" Arghani hanya tertawa kecil dan berjalan mendahuluiku ke sofa depan. Aku mengekor Arghani dengan jalan yang sedikit sempoyongan. Masih ngantuk nih bro. Aku duduk di sebelah Arghani, karena merasa masih ngantuk aku berbaring di paha Arghani. Mataku merem melek karena masih ngantuk luar biasa. Sedangkan Arghani sibuk menyetel saluran televisi.

