Aku jadi seperti orang gila sejak kekuar dari toko perhiasan. Gigiku sampai kering karena kebanyakan nyengir. Aku bahkan menggandeng Arghani dengan semangat. Berkali-kali pula Arghani menggelengkan kepalanya melihat tingkahku. Kami menyusuri mall dengan semangat, kali ini cuma jalan-jalan aja. Aku maunya ngajak makan sih, cuma ketika ingat kalau lagi diet harus tahan selera. Arghani juga sepertinya fine-fine aja aku ajakin ngiterin mall. Beberapa butik aku masuki, tetapi tidak ada barang yang aku beli. Bahkan Arghani sampai berbisik, "Mau beli apa enggak Di? Kayak lagi operasi pasar." Aku terkikik geli mendengar bisikan Arghani. Akhirnya aku menyerah memasuki butik baju wanita, aku masuk ke distro laki-laki. Aku memilih beberapa potong baju untuk Arghani. "Yang ini bagus Ghan. Kamu pa

