Sekarang meja ini jadi ramai, yang tadinya aku sendirian, kini ada Aghni, Oji dan yang terakhir datang Arghani. Iya memang aku yang ngundang Arghani kemari, tapi kalau Oji, dia mah gak diundang datang sendiri. Mana sekarang hawanya gak enak gitu, Arghani berasa kayak lagi ngawasin mangsa aja ke Oji. "Hai Ghan," sapa Oji yang telat banget. Secara Arghani sudah duduk bergabung di meja ini hampir lima menit dan yup, kami semua hanya saling pandang tanpa ada pembicaraan. Sudah jelas semua karena congor embernya si Oji. Punya mulut mbok ya dijaga gitu. Pengen banget aku jambak-jambak manja rambutnya si Oji ini. "Aghni kamu pulang ke rumah. Kasihan Mama gak ada teman sendirian," turur Arghani yang tidak mengindahkan sapaan Oji. Rasanya aku kok ingin ketawa sepuasnya. Aku menatap Oji dengan s

