Chapter 10

833 Words

BAB 6 “Tolong ambilkan minum, saya haus!” ujar Kak Sean saat sudah masuk, sebelum menghempaskan diri di sofa yang ada di Apartemen-ku, lalu memijat keningnya beberapa kali. Sepertinya, ia memang lelah sekali. Karenanya, aku iya kan saja permintaannya. Tanpa banyak komentar. Aku segera berjalan menuju dapur dan mengambilkan apa yang dia mau. Letak dapur memang tidak jauh dari ruang tamu, di mana Kak Sean tengah duduk. Hingga membuat aku tak butuh waktu lama untuk kembali menghampirinya lagi. “Ini, Kak.” Aku menyodorkan air dalam gelas bening. Kak Sean terlihat melirik sekilas. Ia lalu mengambil gelas itu. “Makasih.” Pria itu pun lalu menenggak minumannya dengan rakus. Melihat Kak Sean yang tiba-tiba datang begini. Jelas membuatku heran bercampur penasaran juga. Untuk apa Kak Sean k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD