Chapter 9

899 Words
Rasa cemburu bergejolak di hati Kean yang melihat Nadia perhatian kepada Jojo di balik jendela Uks, setelah itu Kean melenggang pergi dengan perasaan yang berkecamuk. Kean mengambil kunci mobilnya di ruang guru kemudian pergi menuju kantor untuk menenangkan diri hingga malam hari telah tiba. Tak lama kemudian Kean melihat ponselnya yang berdering karena ditelepon oleh Elena. Halo, Mah? Kean! Ke mana saja Kamu? Istri Kamu pingsan di depan rumah sambil megang perutnya. Pulang sekarang, kalau sampai menantu Mamah kenapa-kenapa,awas Kamu! Setelah itu, Elena memutuskan teleponnya sedangkan Kean yang dilanda kepanikan mengambil kunci mobilnya dan segera pulang. "Nadia, maaf. Saya Suami yang bodoh," kesal Kean kepada dirinya sendiri. Mobil yang dikemudikannya melaju dengan cepat dan mengabaikan bunyi klakson kendaraan lain yang kesal. Butuh waktu beberapa menit bagi Kean untuk menerobos jalanan hingga sampai di rumah dan melihat Mamahnya yang sedang memijit tengkuk Nadia dengan sedikit aroma terapi. Nadia menangis, rasa perih di perutnya kembali lagi. Sangat jelas kalau Nadia kelaparan, "Perutku sakit, hiks." Kean menggendong Nadia dan membawanya masuk dalam mobil lalu mengabaikan Elena dan Darma yang menatapnya tajam. Dengan panik, Kean menggendong Istrinya masuk ke dalam rumah sakit dan berteriak memanggil Dokter, tak lama kemudian para Perawat berlari sambil membawa ranjang pasien dan membaringkan Nadia di atas ranjang tersebut. "Maaf, Bapak harus menunggu di luar," tahan Perawat saat sampai di kamar pasien. Kean meremas rambutnya frustasi lalu berteriak, "Argh, bodoh!" "Hei, jangan berisik, ini rumah sakit," tegur Ibu-ibu. Kean menatapnya tajam, "Saya bisa membelinya," balas Kean kesal dan Ibu-ibu yang menegurnya hanya mengelus d**a. Beberapa menit menunggu, Kean menghampiri Dokter yang baru saja keluar. "Bagaimana keadaan Istri Saya, Dok?" tanya Kean tampak khawatir. "Pasien hanya kelaparan sehingga pingsan. Tapi tenang saja karena Kami telah memberinya makanan dan minuman. Saya pamit dulu," jawab Dokter kemudian meninggalkan Kean dengan perasaan lega. Kean memasuki kamar dan melihat Nadia makan dengan lahap. "Maafin Kakak," ucap Kean. Nadia mengangguk sambil mengunyah makanannya sedangkan Kean melihat risih ketika Istrinya sulit menyuapi dirinya sendiri. "Sini Kakak yang suapin," ucap Kean merebut piring dan sendok dengan pelan. Suapan demi suapan diterima oleh Nadia, setelah makanan habis Kean memberi Nadia segelas air lalu meminumkannya dengan pelan. "Kakak dari mana aja sih? Aku tungguin dari tadi siang dan di jalanan tadi ada Preman loh yang gangguin Aku," ucap Nadia. "Kamu diapain? Mereka tinggal di bagian mana? Biar Kakak bunuh," tanya balik Kean dengan pandangan gelapnya. Tangannya yang mengepal kuat menunjukan sisi kemarahannya, dan Kean tidak main-main dengan kata 'membunuh' "Mereka kabur, udah kutendang juga torpedonya," jawab Nadia dan Kean mendengus sebal. "Lain kali jangan jalan kaki, Kamu bisa pesan go-jek," peringat Kean dan Nadia mengangguk. Di tempat lain, Elena mengomeli Darma yang terlihat santai, "Kamu ini yah, gak ada bedanya sama Kean. Jadi Suami kok santuy banget," kesal Elena dan Darma mendengus sebal. "Gak perlu khawatir, kalau Nadia udah sama Kean pasti aman menantu kita, Mah. Makanya Papah santuy," balas Darma. Menit kemudian, Kean telah sampai di depan rumah dengan membukakan Nadia pintu mobil untuk membantunya keluar. "Pelan-pelan, sayang." Nadia tersenyum merona dengan panggilan 'sayang' yang menggetarkan hatinya. Sampai di depan pintu rumah, Kean menyuruh Nadia untuk duduk sebentar, sementara Kean membuka pintu yang telah dikuncinya. "Mamah sama Papah boleh pulang sekarang," ujar Kean membuat Darma dan Elena kompak menjewer telinga Anaknya. "Anak durhaka, masa Orang tuanya diusir, ingat ada azab," balas Elena sedangkan Darma menatap langit dan menunggu apakah petir akan bergemuruh seperti di flm azab? Ternyata tidak dan Darma merasa lega. "Seandainya petir bergemuruh, auto kena azab Kamu, Kean," ucap Darma. Kean tidak acuh, ia menggendong Nadia dan membawanya ke kamar. Di kamar, Nadia diturunkan pelan oleh Kean, sedikit helaan terdengar dari bibir Nadia membuat Kean mengerutkan keningnya, "Kenapa sayang?" "Kak Kean belum makan kan?" tanya Nadia dan Kean mengangguk. Nadia berdiri untuk menuju dapur tapi tubuhnya di tahan oleh Kean dan duduk di pangkuan Suaminya, "Kamu masih sakit, Kakak bisa masak sendiri," ucap Kean. "Kakak ke mana aja sih tadi?" tanya Nadia. "Ke kantor tadi," jawab Kean. "Sepenting apa pun pekerjaan Kakak, jangan lupa untuk makan. Tubuh Kakak kan butuh energi," balas Nadia. Kean menarik hidung Nadia gemas, "Udah makan kok tadi sore." Nadia menepuk kedua pipi Kean, "Makan malam, sekarang!" perintah Nadia. Tangan Nadia tetap setia menepuk dua pipi Kean, pikiran jahil terbit di otak pria itu yang dimana Kean memajukan wajahnya dan mengecup bibir Nadia sedikit lama. "Jangan pulang sendirian lagi, nanti Kakak hukum loh," ancam Kean lalu membawa Nadia ke ranjang, setelah itu dirinya keluar dari kamar meninggalkan Nadia yang masih sibuk dengan pikirannya. Kean terkikik geli melihat Nadia yang mematung di kamar, begitu hebatkah efek kecupannya? Kean rasa ini masih awal karena tahap selanjutnya akan menjadi permainan yang panas. Nadia tersadar beberapa menit kemudian. Ia tersenyum lalu berubah murung kala mengingat tugas Fisika yang harus ia selesaikan. "Kenapa harus inget sih? Malah susah lagi," keluh Nadia. Gadis itu melihat deretan rumus yang membuat kepalanya pusing, "Harus dihapal nih soalnya besok disuruh jelasin di papan tulis, huft. Kak Kean, bantuin Aku!" teriak Nadia. Kean yang selesai minum langsung berlari menuju kamar, di sisi lain Elena dan Darma melihat Anaknya sambil geleng-geleng kepala. "Kak Kean, bantu kerjain ini," pinta Nadia lalu menunjukan soal yang menurutnya sulit. Kean menghela nafasnya, "Belajar sayang, Kamu harus kerja sendiri," balas Kean. "Pelit, kalau minta sesuatu gak bakalan Aku kasih," ngambek Nadia dan Kean langsung merebut buku Istrinya lalu mengerjakan soal tersebut. "Giliran diancam gitu baru mau," sebal Nadia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD