Dua Puluh Dua

1120 Words

Tiga jam dari kepergian Andrean. Kedua orang tua Andrean datang ke rumah. Keduanya di sambut ramah oleh Catherina, kebetulan Catherina yang membukakan pintu untuk mereka. "Kalian datang di waktu yang tepat," ujar Catherina setelah mempersilahkan Keke dan Fian untuk duduk. "Kenapa? apa tidak ada orang di rumah?" Catherina tertawa. "Tidak ... Tidak ... Marsha dan anak-anaknya ada di rumah. Maksudku, kalian datang di saat rumah sudah rapi." "Bukan masalah untuk kita, Ana. Boleh aku memanggilmu begitu, namamu susah di lidahku," gurau Keke. Bukan sekedar gurauan sih, memang kenyataan. Biar lebih singkat dan mudah saja. "Tak masalah, aku juga suka panggilan itu." "Kita mau bertemu anak-anak, Ana." "Astaga!" Catherina menepuk dahinya. "Kenapa tidak bilang dari tadi. Langsung saja naik ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD