Lima Puluh Dua

1658 Words

Marsha membawa secangkir kopi di tangannya. Ia menghampiri Andrean, pria itu sedang duduk bersandar di ruang tamu. Wajahnya terlihat kusut dan pucat. Entah lelah, atau mungkin banyak pikiran. Dan dirinya merasa bersalah tanpa sengaja ikut menambah beban Andrean. Mempertemukan dia dengan Griya. "Kopi?" Andrean meneggakkan tubuhnya begitu Marsha ada di dekatnya. "Terima kasih." Marsha mendudukkan diri di sebelah Andrean begitu pria itu menerima kopi darinya. "Ada masalah?" Andrean meletakkan kopi di meja kaca di depannya setelah ia sesap sedikit. "Tidak ada." "Oh ... tapi raut wajahmu berkata lain." Andrean menghembuskan nafasnya kasar. "Ada masalah pekerjaan?" "Kenapa?" Andrean malah bertanya balik. Bukannya menjawab. "Kau selalu meluangkan waktu di sini? Jadi, ku pikir kerjaa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD