Bagus. Marsha benar-benar memintanya untuk mengobrol berdua dengan mantan istrinya ini, hal yang sangat sangat ingin Andrean tolak. Tapi apa daya, ia tak kuasa menolak. Tatapan memohon itu, meluluhkan hatinya. Sedang wanita itu sendiri berada empat meja tak jauh darinya. Meski berada di baris lain. Ia masih bisa memantau, Marsha yang tengah makan bersama anak-anak. "Dari awal aku bertemu denganmu dan Marsha, aku cukup terkejut melihat kalian datang bersama." Mata Griya tertuju ke arah mangkuk-mangkuk plastik kecil yang tertutup di atas meja. Perkiraannya mungkin itu sambal. Di kantin sekolahnya dulu, ia pernah lihat dalam wadah yang sama. Sudah lama ia tidak mendatangi warung pinggir jalan begini. "Dan yang membuatku tak habis pikir, bisa ada tiga orang anak di antara kalian?" Andrean

