Empat Puluh Empat

1413 Words

Sekarang, selamat datang kembali di Jakarta. "Istirahatlah." Marsha mengantar Andrean di depan pintu setelah pria itu berpamitan pada anak-anak. "Aku titip ini untuk Lea dan orang tuamu." Andrean mengerutkan melihat dua bungkusan plastik di tangan Marsha. "Oleh-oleh?" Dijawab anggukkan oleh Marsha. "Kapan membelinya?" Heran Andrean. Marsha terkekeh ringan. "Aku meminta Manager restoran Marcel mencarikan." "Kau tidak perlu merepotkan dirimu, Marsha." "Tidak repot kok. Aku juga membeli buat Mommyku." Andrean mengangguk. "Ya sudah, aku pulang dulu," pamit Andrean. Lea tengah menunggunya pulang, bersama kedua orang tuanya tentunya di rumah. Mereka juga baru kembali ke Jakarta setelah beberapa hari berada di Bogor. "Buat saya tidak ada, Nyonya Marsha?" Andrew datang dengan tatapan men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD