Lima Puluh Tujuh

1265 Words

Menepati janjinya, Andrean benar membawa Marsha ke tempat Erista -Ibu Griya- yaitu di kantor polisi. Sebenarnya Andrean ingin melakukan hal lebih agar wanita tua itu jerah. Namun, lagi-lagi permintaan Marsha tak dapat di tolak. Flashback. "Aku pergi," pamit Andrean sebelum berangkat ke bandara. "Andrean, berjanjilah untuk tidak main hakim sendiri. Sampai di sana minta bantuan polisi. Kau cukup membawanya. Dan biarkan hukum di sini menghukumnya." "Kau tahu satu hal?" Curiga Andrean. Tak mungkin Marsha tidak tahu apa-apa. Kalau bicaranya seperti itu. "Kau selalu menghukum mereka yang berbuat kesalahan Andrean. Contohnya aku, Griya dan orang-orang mengkhianatimu." Andrean diam. Di pikirannya berkelibat pertanyaan, Darimana Marsha tahu perihal Griya dan orang-orang yang telah mengkhiana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD